seorang gadis mencuri, memakai, membuang hati
lekaslah pergi, separuh jalanmu takkan sirna
meski telah berlalu hantu masa lalu sekali lagi
kamu nelangsa
aku menghindarinya mba
mengapa?
dia cantik, baik, penyayang, tiada duanya
mungkin saja muda ialah kendala
tunggu sajalah, buah pasti masak pada waktunya
aku masih merusak diriku mba
mengapa?
apakah kamu lupa jika kamu tidak untuk disakiti?
rasakanlah desir darah ketakutanmu dan dia
teror terbesarmu
bukan hanya kamu, lukaku sepedih dirimu
peluk aku, aku butuh pelukan mba
kupeluk kamu
Tara
dekapan ini, peluh saling tertukar
bulirnya menghayati setiap inchi tubuh kita
getar nafasmu terasa di telinga
entah aku baik atau
entah
sabda apa mengharuskanku menyentuhmu
No comments:
Post a Comment