"kau berharga"
aku menunggu seseorang mengatakannya kepadaku
mengapa menunggu mba?
membuyarkanku, Tara lagi
puisi ini takkan berakhir
jika ceritaku tiada berujung
mba, aku mau pulang. hujan
iya hujan
membuyarkan obrolan kami
pulanglah
sepenggal kata, mengusirnya halus, sopan
mba, move on ya
apa itu? dua kata asing, terdengar nista
bertaruh diriku sendiri enggan mengilhami
seorang pria, tujuh kilometer dari tempat dudukku berdiam
kututurkan cerita tingkahnya kepada adik tingkat kesayanganku
ia masih kucintai
aku dikutuk waktu
sungguh
Tara, kau belum sepenuhnya mengerti
aku bersyukur kau pergi menerjang hujan
setidaknya ia menaungimu, tidak berhianat
Pengecut ini, percaya cerah kan mengganti
ia masih separuh jalan
No comments:
Post a Comment