mba, mulai sekarang panggil aku "mas"
aku lebih suka
lalu?
kealpaan luar biasa membuatku lupa
trauma tinggal nama masih lintas jeda
semesta mengerti kita, Tara
tak selayaknya kau melontarkan kata
bagai pukat tertarik hasil hampa
kau mau apa?
sentuhan ini tiada artinya
aku tiada artinya
kupamitkan seluruh jiwa ragaku dari seorang masa lalu
kualihkan segala gemilang asaku untuk seorang kamu
kumulaikan seluruh kemungkinanku dari sedu sedan itu
kuhancurkan segala sangsiku untuk kinasihku padamu
bodoh, iya kan?
tidak mba
sumpah, sampai loncat ingin menciummu
jika saja benar ini kesakitan jiwaku
hanya pikirku sih
mba, "mas" ini sedang ingin dicintai
seraya genit menunjuki diri sendiri
No comments:
Post a Comment