Thursday, April 27, 2017
Tari dan Rama (Bukan Ramayana)
Pukul 10:56 PM, kafe ku biasa pesan kopi Toraja
Kulirik sejenak pojok kanan bawah tampilan layar
Dia masih terang berbinar, tiada sama bagai daku
Berpangkulah aku pada sebuah wadah rasa terlayak
Dia kamu, kasihku, Rama
Hening ini menyesakkan, diam berpagut terkurang
Mana mungkin sebuah dilema giat menampariku?
Ditemukan sebuah pasti, sakit bagi dia itu kamu
Dia aku, diriku, Tari
Enam lembar pertemuan memimpin satu rasa
Apakah cinta? Ataukah hasrat? Belaka
Jatuh ini adil, entah untukku, buat kamu
Namun mengapa luka ini hanya milik Tari?
Harus menyelamatkan seseorang demi hidupku
Bukan.
Inikah selamat tinggal terencana olehmu?
Sakit.
Rama
Apakah kamu masih mencintai seorang Tari?
Meski ia tiada lagi seperti yang kamu mau?
Bimbang ini jahat.
Namun dia memastikan suatu hal
Aku masih merasakan kamu.
Thursday, June 23, 2016
Tara Kelima
ujung jemari itu tegas menyentuh segi ini
ujung jemari ini lirih menyentuh rekah itu
kebertemuan netra indah merasuk sukma kami
seolah bukan kapan saja pandangi bima sakti
akankah ini berakhir disini?
suatu kasih takkan tersadari?
akankah ini berakhir disini?
suatu jamah takkan teresapi?
aku ragu mba
entah, apa yang menjadi masalahmu wahai Tara
kau membuatku berpaling, kau membuatku terdiam
bingung
andai saja kita nyata mba
kuberitahu, aku dan kamu itu semu, Tara
jadi mau kamu menggagahiku ya silakan
jadikanku budak hasratmu jangan sungkan
cukuplah aku suci dengan embel-embel sok nyata
ah sok sarkas!
gigiku bergemerutuk
hatiku berkecamuk
mengapa!?
cinta ini butuh solusi bukan ilusi
Tara... Tinggalkanlah aku
ujung jemari ini lirih menyentuh rekah itu
kebertemuan netra indah merasuk sukma kami
seolah bukan kapan saja pandangi bima sakti
akankah ini berakhir disini?
suatu kasih takkan tersadari?
akankah ini berakhir disini?
suatu jamah takkan teresapi?
aku ragu mba
entah, apa yang menjadi masalahmu wahai Tara
kau membuatku berpaling, kau membuatku terdiam
bingung
andai saja kita nyata mba
kuberitahu, aku dan kamu itu semu, Tara
jadi mau kamu menggagahiku ya silakan
jadikanku budak hasratmu jangan sungkan
cukuplah aku suci dengan embel-embel sok nyata
ah sok sarkas!
gigiku bergemerutuk
hatiku berkecamuk
mengapa!?
cinta ini butuh solusi bukan ilusi
Tara... Tinggalkanlah aku
Wednesday, June 22, 2016
Tara Keempat
mba, mulai sekarang panggil aku "mas"
aku lebih suka
lalu?
kealpaan luar biasa membuatku lupa
trauma tinggal nama masih lintas jeda
semesta mengerti kita, Tara
tak selayaknya kau melontarkan kata
bagai pukat tertarik hasil hampa
kau mau apa?
sentuhan ini tiada artinya
aku tiada artinya
kupamitkan seluruh jiwa ragaku dari seorang masa lalu
kualihkan segala gemilang asaku untuk seorang kamu
kumulaikan seluruh kemungkinanku dari sedu sedan itu
kuhancurkan segala sangsiku untuk kinasihku padamu
bodoh, iya kan?
tidak mba
sumpah, sampai loncat ingin menciummu
jika saja benar ini kesakitan jiwaku
hanya pikirku sih
mba, "mas" ini sedang ingin dicintai
seraya genit menunjuki diri sendiri
aku lebih suka
lalu?
kealpaan luar biasa membuatku lupa
trauma tinggal nama masih lintas jeda
semesta mengerti kita, Tara
tak selayaknya kau melontarkan kata
bagai pukat tertarik hasil hampa
kau mau apa?
sentuhan ini tiada artinya
aku tiada artinya
kupamitkan seluruh jiwa ragaku dari seorang masa lalu
kualihkan segala gemilang asaku untuk seorang kamu
kumulaikan seluruh kemungkinanku dari sedu sedan itu
kuhancurkan segala sangsiku untuk kinasihku padamu
bodoh, iya kan?
tidak mba
sumpah, sampai loncat ingin menciummu
jika saja benar ini kesakitan jiwaku
hanya pikirku sih
mba, "mas" ini sedang ingin dicintai
seraya genit menunjuki diri sendiri
Tara Ketiga
seorang gadis mencuri, memakai, membuang hati
lekaslah pergi, separuh jalanmu takkan sirna
meski telah berlalu hantu masa lalu sekali lagi
kamu nelangsa
aku menghindarinya mba
mengapa?
dia cantik, baik, penyayang, tiada duanya
mungkin saja muda ialah kendala
tunggu sajalah, buah pasti masak pada waktunya
aku masih merusak diriku mba
mengapa?
apakah kamu lupa jika kamu tidak untuk disakiti?
rasakanlah desir darah ketakutanmu dan dia
teror terbesarmu
bukan hanya kamu, lukaku sepedih dirimu
peluk aku, aku butuh pelukan mba
kupeluk kamu
Tara
dekapan ini, peluh saling tertukar
bulirnya menghayati setiap inchi tubuh kita
getar nafasmu terasa di telinga
entah aku baik atau
entah
sabda apa mengharuskanku menyentuhmu
lekaslah pergi, separuh jalanmu takkan sirna
meski telah berlalu hantu masa lalu sekali lagi
kamu nelangsa
aku menghindarinya mba
mengapa?
dia cantik, baik, penyayang, tiada duanya
mungkin saja muda ialah kendala
tunggu sajalah, buah pasti masak pada waktunya
aku masih merusak diriku mba
mengapa?
apakah kamu lupa jika kamu tidak untuk disakiti?
rasakanlah desir darah ketakutanmu dan dia
teror terbesarmu
bukan hanya kamu, lukaku sepedih dirimu
peluk aku, aku butuh pelukan mba
kupeluk kamu
Tara
dekapan ini, peluh saling tertukar
bulirnya menghayati setiap inchi tubuh kita
getar nafasmu terasa di telinga
entah aku baik atau
entah
sabda apa mengharuskanku menyentuhmu
Subscribe to:
Posts (Atom)