Thursday, April 27, 2017
Tari dan Rama (Bukan Ramayana)
Pukul 10:56 PM, kafe ku biasa pesan kopi Toraja
Kulirik sejenak pojok kanan bawah tampilan layar
Dia masih terang berbinar, tiada sama bagai daku
Berpangkulah aku pada sebuah wadah rasa terlayak
Dia kamu, kasihku, Rama
Hening ini menyesakkan, diam berpagut terkurang
Mana mungkin sebuah dilema giat menampariku?
Ditemukan sebuah pasti, sakit bagi dia itu kamu
Dia aku, diriku, Tari
Enam lembar pertemuan memimpin satu rasa
Apakah cinta? Ataukah hasrat? Belaka
Jatuh ini adil, entah untukku, buat kamu
Namun mengapa luka ini hanya milik Tari?
Harus menyelamatkan seseorang demi hidupku
Bukan.
Inikah selamat tinggal terencana olehmu?
Sakit.
Rama
Apakah kamu masih mencintai seorang Tari?
Meski ia tiada lagi seperti yang kamu mau?
Bimbang ini jahat.
Namun dia memastikan suatu hal
Aku masih merasakan kamu.
Subscribe to:
Posts (Atom)