Pages

Saturday, September 12, 2015

Yaaah, Kebingunganku Cukup Memaksa

Kau indah
Siapa sangka kutemukan hal macam ini?
membuatku tersadar, Dia punya rencana.
Aku tahu pasti, sebab ini telah dituliskan.

Bukan ramalan, bukan pula rayuan.
Bukan awalan, bukan pula akhiran.

Yaaah, kebingunganku cukup memaksa
Aku semula cuma tertegun, cuma terdiam
Tiada tunjukkan emosi maupun raut muka
Kau buat mentari di alamku tiada terbenam

Apa yang kubisa?
Meneriakimu "Woi! Aku cinta kamu!" aku tak mampu.

Ah muluk.
Menyapamu saja syaraf simpatetikku semakin memacu denyut kehidupanku.
Itu Autonom alias tidak sadar.
Makanya...

Pahamilah kesusahanku
Resapilah arti ketidakmampuanku
Maka, kau akan temukan
Di dalam relung ini,
Ada potret dirimu.

Tentu saja itu indah

No comments:

Post a Comment