Masih saja masa itu
Adalah sebuah pembelajaran diri
Mana mungkin tersemat sebuah lara kecil diantara kulit dan dagingku ini
Sedangkan diri tiada pernah barang sekali melangkah terperih duri
Sembab kini peka pada kedua jendela kepalaku
Mereka urung tampakkan tubuhnya
Kasihan
Manusia ini sedang diuji
Tentu sajalah, harga diri
Kering tulangku
Lumpuhkah?
Membubung tinggi imaji.
Ya, jika begitu mengapa tak berhenti?
Pengecut
Lemah
Aku
No comments:
Post a Comment