Pages

Friday, March 21, 2014

Kembali ke Awal

210314 11:30 PM

Memiliki sesuatu yang menjaminmu aman bukanlah suatu hal yang menarik untuk hidupmu. Banyak orang mengatakan, menjadi orang normal biasa saja, memang mudah, namun bisa sangat membosankan, apalagi menjadi orang yang abnormal, sungguh susah. Aku adalah orang yang memilih pilihan kedua. Mudah bosan, mudah merasa muak, akhirnya tidak dapat bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan.


Aku melepas mimpiku, mimpiku paling awal. Mimpi untuk orang-orang yang kusayang. Sehingga aku kembali ke permulaan, kembali lagi ke awal. Belajar hal yang sama, untuk mengejar mimpi yang kali ini berbeda. Sungguh kuharap, kuberdoa pada Tuhan, agar tak mengubah mimpiku. Biar aku menjalaninya. Sangat tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya. Kau juga, bukan?

Pengorbanan mimpi, jejak kaki penuh air mata, potret yang sulit terlupakan, rasa sayang masih tertinggal, penyesalan, amarah, kesedihan tak menentu, setitik harapan, dan doa kecil untuk mengubah semuanya. Pedih perih sekali waktu itu, masih jelas teringat. Rasa sakit yang tak pernah kau rasakan kawan. Luka yang masih ada, telah menutup sedikit demi sedikit.

Kugenggam harapan baru, harapan yang kunantikan. Harapan yang harus kuusahakan dan kudoakan agar jadi nyata. Janji yang kubuat dengan diri sendiri. Membuat mereka bahagia. Melukis seulas senyum mereka untukku suatu hari nanti. Mengejarnya, mengejar senyuman mereka. Dan untuk semua itu, benahi semua, membangun, mewujudkan segalanya, aku harus...

Kembali ke Awal.

- terlebih dahulu

No comments:

Post a Comment